Nilai Rupiah 17.500 per 1 Dollar
Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian berbagai sektor industri di Indonesia. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah industri penerbangan, terutama setelah harga bahan bakar pesawat atau avtur mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat, khususnya bagi calon penumpang penerbangan internasional dan jamaah umroh. Pasalnya, kenaikan biaya operasional maskapai berpotensi mendorong naiknya harga tiket pesawat dan paket perjalanan umroh plus.
Berdasarkan laporan dari Indonesia National Air Carriers Association (INACA), harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta pada Mei 2026 mencapai Rp27.358 per liter atau naik sekitar 16 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Di saat bersamaan, nilai tukar rupiah juga melemah hingga menyentuh kisaran Rp17.400 per dolar AS.
Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, menyebut kondisi tersebut meningkatkan tekanan terhadap biaya operasional maskapai secara signifikan. Sebab sebagian besar komponen industri penerbangan, mulai dari sewa pesawat, suku cadang, hingga bahan bakar, menggunakan mata uang dolar AS.
Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik
Kementerian Perhubungan bahkan dikabarkan mulai mengevaluasi kemungkinan penyesuaian tarif tiket pesawat menyusul kenaikan harga avtur yang terus berlangsung. Sejumlah pihak industri memperkirakan kenaikan tiket dapat berada pada kisaran 9 hingga 13 persen apabila tekanan biaya terus berlanjut.
Pakar penerbangan juga menyebut avtur menjadi salah satu komponen terbesar dalam biaya penerbangan, dengan kontribusi mencapai 30–40 persen dari total biaya operasional maskapai. Ketika harga avtur naik dan rupiah melemah, maka maskapai akan menghadapi beban ganda yang sulit dihindari.
Jika kondisi ini terus berlangsung, masyarakat kemungkinan akan mulai merasakan kenaikan tarif penerbangan, terutama untuk rute internasional dan perjalanan jarak jauh.
Dampaknya terhadap Paket Umroh Plus
Kenaikan harga tiket pesawat tentu akan berdampak langsung pada biaya perjalanan ibadah umroh. Apalagi, tiket penerbangan internasional merupakan salah satu komponen terbesar dalam penyusunan harga paket umroh plus.
Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) bahkan mengungkapkan bahwa beberapa maskapai mulai melakukan penyesuaian harga tiket umroh hingga jutaan rupiah akibat kenaikan avtur.
Selain tiket pesawat, pelemahan rupiah juga memengaruhi biaya hotel, transportasi, dan layanan di Arab Saudi yang sebagian besar menggunakan mata uang dolar AS atau riyal Saudi. Akibatnya, biro perjalanan umroh kemungkinan perlu melakukan penyesuaian harga paket untuk menjaga stabilitas operasional.
Meski demikian, sejumlah travel umroh masih berupaya mempertahankan harga agar tetap kompetitif di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Banyak penyelenggara juga mulai menyarankan calon jamaah untuk melakukan pendaftaran lebih awal guna menghindari potensi kenaikan harga di masa mendatang.
Jamaah Diimbau Merencanakan Keberangkatan Lebih Awal
Melihat situasi ekonomi global dan fluktuasi harga energi dunia yang masih belum stabil, masyarakat yang berencana menjalankan ibadah umroh disarankan mulai merencanakan keberangkatan sejak dini.
Selain mendapatkan harga yang lebih stabil, pemesanan lebih awal juga memberi peluang lebih besar untuk memperoleh jadwal penerbangan dan akomodasi yang lebih baik sebelum terjadi penyesuaian harga lanjutan.
Industri travel berharap kondisi ekonomi global segera membaik sehingga kenaikan biaya operasional tidak terus membebani maskapai maupun calon jamaah umroh.

